“Mestinya pemerintah dengan cepat memberikan anggaran kepada Perusda maupun dinas perdagangan dengan segera dan menyampaikan kepada masyarakat untuk membuat minyak, juga melarang (sementara) untuk pembuatan kopra,” katanya.

Generasi Muda Wabula itu menuturkan, guna mencegah terjadinya inflasi (kenaikan harga) kebutuhan pokok masyarakat. Menurutnya, tidak perlu menunggu alumni angkatan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Buton.

“Dinas perdagangan tidak perlu menunggu rekrutmen dari alumni BLK karena masyarakat kita sudah memiliki kemampuan secara alami,” ujar Darmawan.

Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi Dinas Perdagangan Buton menunggu lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) yang mengadakan pelatihan pembuatan minyak kelapa.

Kader Golkar Buton ini menyebut, dengan kelangkaan minyak goreng pada tempat penjualan merupakan peluang untuk meningkatkan sumber pendapat masyarakat maupun daerah.