Mantan Ketua DPRD Konawe ini melanjutkan, hingga kini terdapat 5.000 lapangan pekerjaan yang terbuka di mega industri yang terdapat di Morosi adalah hasil kerjasama Pemkab, pihak investor, dan arahan dari pemerintah pusat.
"Itu merupakan stimulan yang positif untuk Konawe, artinya di tengah COVID-19 yang mengakibatkan banyak pengangguran, PHK, ekonomi lesu di sektor tertentu, tetapi kita membuka banyak lapangan pekerjaan. Saat ini kurang lebih 3.500 tenaga kerja lokal (TKL) yang sudah kita salurkan, sehingga ini sangat membantu perputaran ekonomi untuk stimulan pasar kita di Kabupaten Konawe," ujar Gusli Topan Sabara.
Baca juga: Polres Konsel Kerahkan 610 Personel Amankan Pilkada
Meski begitu, pihaknya secara ketat terus menjaga dan memastikan para pekerja di mega industri Morosi terbebas dari COVID-19. Di antaranya ialah diwajibkannya rapid test dan swab tes PCR bagi calon TKL di industri tersebut.
"Kita sudah datangkan mobile swab yang akan terus standby di BLUD RS Konawe, harganya Rp 600 ribu, lebih terjangkau di banding tempat lain yang jutaan. Hasilnya hari itu juga kita tahu siapa yang positif dan negatif sehingga bisa langsung ditangani. Dengan begitu kita bisa mengantisipasi adanya klaster COVID-19 di mega industri kita," ungkapnya.
