Katanya, dinasnya akan ada kerjasama dengan salah satu universitas untuk mengkaji potensi PAD yang ada di mega industri Morosi.

Dimana, kata dia, PPJ non listrik memiliki potensi pendapatan yang sangat besar, misalnya PT Antam hasil studi bandingnya belum lama ini hanya memakai beberapa tungku, pendapatan mencapai miliaran rupiah per bulannya.

Ia mencontohkan yang ada di PT Antam Kolaka yang hanya beroperasi tiga tungku, pungutan pajak mampu menghasilkan Rp 1,8 miliar per bulan.

Baca Juga: Hari Ini, 16 Juta Vaksin Sinovac Tahap Ketujuh Tiba di Indonesia

"Saat studi banding ke Kolaka PT Antam, disana hanya tiga tungku mampu hasilkan PAD Rp 1,8 miliar per bulan. Nah di Morosi ada 32 tungku. Itu potensi pendapatan yang besar untuk Konawe," ungkapnya.