“Sebelum semua data terinput di aplikasi sistem yang sudah disiapkan, kita tidak bisa membayar TPP, karena kita tidak tau bagaimana untuk mengevaluasi kinerja ASN,” ujarnya, Selasa (23/5/2023).
Lanjut Ferdinand, aplikasi yang digunakan untuk mengisi data ASN adalah buatan Kominfo Konawe, pasalnya selain membayar TPP ASN juga memulai dari kemampuan sendiri untuk bisa menciptakan aplikasi.
Ke depan melalui aplikasi yang telah disiapkan oleh Kominfo setempat, masing-masing ASN akan melaporkan apa saja yang dikerjakan dalam satu hari berkantor.
“Kita berharap ASN yang belum mendapatkan TPP secepatnya untuk menyelesaikan pengimputan data sekaligus evaluasi agar TPP segera dibayarkan,” harapnya.
Ia juga menghimbau kepada ASN yang sudah menerima TPP untuk terus meningkatkan kinerja dan disiplin, agar TPP yang diberikan bisa bertambah sesuai kinerja.
