Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan dari dinas terkait terhadap penanganan stunting, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil yang terdampak.
"Kami harap dinas terkait dapat melakukan pengecekan langsung setiap minggu terkait perkembangan anak-anak yang terkena stunting dan ibu hamil," tambahnya.
Berdasarkan data dari dinas terkait, pada tahun 2023, Pemerintah Kota Kendari telah menangani 212 kasus, yang terdiri dari 107 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan 105 balita penderita stunting.
"Dari 107 ibu hamil KEK, Alhamdulillah semuanya sudah melahirkan dengan bayi dalam kondisi normal. Untuk 105 balita stunting, 60 sudah kembali normal, sementara 45 masih dalam pendampingan," jelasnya Yusup.
