Sedangkan untuk meminimalisir dampak gagal panen terhadap 210 haktare sawah di kawasan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kepala Biro Umum Kementerian Dalam Negeri ini, memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menggunakan 3 dari 5 mesin pompanya untuk mengalihkan air ke kawasan persawahan Amohalo Kecamatan Baruga.
Itu dilakukan untuk menyelematkan sejumlah sawah yang masih berpotensi panen, sehingga potensi puso bisa dikurangi.
"Untuk kawasan, lahan-lahan yang masih produktif yang masih bisa kami selamatkan, kami selamatkan terlebih dahulu itu prioritas," ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala BMKG Sulawesi Tenggara Sugeng menyampaikan, BMKG memprediksi Badai Elnino masih akan terjadi hingga tahun 2024. Hingga Oktober ini intensitas badai Elnino masih pada level moderat. Level ini diprediksi masih akan terjadi hingga Desember 2023 dan Januari, sedangkan level normal diperkirakan akan terjadi Februari.
Baca Juga: Kekeringan Akibat Elnino jadi Bencana Paling Banyak, Sulawesi Tenggara Punya 6 Titik Panas
