Di antaranya seperti kopi mororene, gula aren, gula semut, gula kelapa, terasi, dompo pisang, VCO, nasi bambu, dodol, udang dan putu.

"Kuliner-kuliner khas Bombana ini harus kita selamatkan melalui gerakan ekonomi kreatif. Apalgi di tengah perkembangan teknologi serta pandemi yang melanda dunia. Jika hanya terpaku pada modal dan anggaran Pemda, maka pelaku UMKM tidak akan mampu bertahan melawan perubahan, tetapi jika pelaku mampu berinovasi kreatif, maka ekonomi daerah dan khususnya ekonomi rumah tangga dapat dikontrol dan dikembangkan dalam kondisi apapun," pungkasnya.

Pemulihan ekonomi saat ini dinilai akan cepat berjalan mengingat perkembangan kasus COVID-19 mulai melandai. Bombana saat ini masih dinyatakan zona hijau dari wabah corona. (B)

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Haerani Hambali