"Aturan layak disubsidi itu tergantung BPKP. Makanya kita akan konsultasikan karena ini menyangkut soal subsidi dan subsidi itu mengeluarkan uang negara, harus melalui mekanisme. Hasilnya nanti akan dikembalikan kepada pihak PT ASDP sebagai pengelola armada," terangnya.
Secara teknis, Pemda Mubar telah memenuhi syarat, baik secara infrastruktur maupun armada kapal laut. Yang perlu dikerjakan saat ini adalah tahapan konsultasi kaitan dengan subsidi di BPKP dan di Kementerian Perhubungan untuk menentukan apakah disubsidi oleh daerah atau pusat.
"Mudah-mudahan kita hanya mensubsidi satu tahun dan tahun berikutnya sudah diambil alih oleh pusat. Seperti apa yang kita lakukan dengan jalur Bira-Sikeli-Tondasi dulu. Dan ini juga yang kita harapkan," ujarnya.
Menurutnya, Tondasi-Torobulu merupakan jalur strategis untuk memperlancar sekaligus mengurai arus kepadatan transportasi laut dari Pelabuhan Torobulu ke Tampo.
"Selama ini kan banyak mobil yang bermalam di Torobulu akibat keterbatasan armada. Mereka bahkan menunggu sampai dua malam di Torobulu. Dengan adanya Feri Tondasi-Torobulu maka antrian kendaraan di Pelabuhan Torobulu akan berkurang, arus transportasi juga lancar," terangnya.
