Dengan adanya reformulasi ini, dapat berdampak baik terhadap masyarakat dan juga meningkatkan kualitas pengusaha paving block agar memberikan nilai tambah dibanding kompetitor.
Baca Juga: Dinkes Kendari Bakal Gandeng Peneliti Nyamuk Cegah DBD
Hasil uji performa paving block meliputi kuat tekan, kuat lentur dan kuat kejut menunjukkan peningkatan performa dari hasil uji menunjukkan bahwa serat seng, asoka, dan aluminium, berpeluang dan berpotensi untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan performa paving block. Tentu ini dapat memberikan nilai tambah bagi para pengusaha paving block, membedakan produk mereka dari pesaing, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Salah satu anggota tim PKMI Magister Manajemen Rekayasa, Pasca Sarjana UHO, Dr. Abdul Kadir menyampaikan, dengan adanya formulasi ini, pengusaha bisa memanfaatkan barang sisa bangunan sehingga bisa lebih ramah lingkungan.
“Terutama pengusaha paving block dapat memanfaatkan kembali lembaran seng, asoka dan aluminium bekas atau hasil buangan dan meningkatkan performa kuat tekan, kuat lentur dan kuat kejut serta menghasilkan paving block yang lebih ramah lingkungan,” ungkapnya.
