Salah seorang pekerja di salah satu rumah produksi paving block yang berada di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Asmar (30), sangat antusias dengan penemuan itu. Ia berharap pemerintah mendukung sosialisasi formulasi ini agar bisa diketahui pengusaha-pengusaha yang lain.
“Kalau seperti itu kabar gembira bagi kami, karena para akademisi menerapkan teknologi di usaha konvensional seperti ini. Mestinya pemerintah membantu mensosialisasikan formulasi dari guru-guru kita, supaya bisa segera diketahui masyarakat dan pengusaha yang lain,” harapnya.
Sampai saat ini pihak Tim PKMI Magister Manajemen Rekayasa, Pasca Sarjana UHO, membuka kesempatan bagi pengusaha dan masyarakat yang ingin datang dan melihat contoh serat tambahan yang digunakan, sekaligus cara pembuatan bahan paving block tersebut. (A)
Penulis: Riksan Jaya
Editor: Haerani Hambali
