"Mereka tinggal serumah tetapi tidak sedarah. Keluar rumah sama-sama semalam disuruh orang tuanya untuk membeli pentolan dan kaset," jelas Ronald.

"Keluar sama-sama menggunakan motor honda beat warna putih dengan plat nomor DT 6657 LG, mengarah ke Pantai Kamali," lanjutnya.

Ronald A. Maramis juga menjelaskan kejadian di simpang lima murni pembunuhan bukan begal, karena melihat bukti barang berharga semua ditinggalkan. 

"Anting-anting tertinggal, dan terakhir motor korban ditemukan di Betoambari belakang SMAN 2 Baubau dengan keadaan kunci lengkap," tambahnya.

Sejauh ini penyidik kepolisian sudah memeriksa 8 saksi, dan masih terus memeriksa saksi yang menyaksikan dengan siapa korban keluar.