Baca Juga: BPOM Kota Kendari Sidak Makanan Mengandung Bahan Berbahaya

La Kore sendiri belum bisa memastikan apakah akan ada tambahan KPM susulan atau tidak. Pasalnya, semua tergantung Kemensos. Pihaknya hanya sebatas menunggu saja.

"Jadi kalau ada KPM yang hilang namanya, bukan dari kami. Semua data divalidasi dari Kemensos," jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini banyak ditemukan permasalahan pada data kependudukan para KPM. Misalnya, dalam satu kartu keluarga (KK) menerima bantuan sosial (Bansos) lebih dari satu, kesalahan nama pada KTP-el dan satu nomor induk kependudukan (NIK) digunakan lebih dari satu orang.

"Temuan itu langsung dari Kemensos, sehingga data mereka tidak valid dan dihapus dari KPM," pungkasnya. (B)