Abdul Rahman mengungkapkan, sudah saatnya ia membangun Kota Kendari, setelah 27 tahun menapaki dunia advokat.

Dia melihat banyak pelaku tambang di Sulawesi Tenggara khususnya di Konawe Utara yang menjadikan Kota Kendari sebagai daerah persinggahan, namun kebanyakan hanya nginap di hotel lalu pergi.

Para pelaku tambang tidak memberi kontribusi banyak untuk Kota Kendari, padahal Kota Kendari dengan segala potensi sumber daya alam yang dimiliki, dapat menjadi magnet para pendatang untuk berlama-lama dan menghidupkan pelaku UMKM yang ada.

Hal ini menjadi salah satu yang menginspirasi dirinya untuk maju berkompetisi. Ia yakin dengan pengalaman yang dimiliki, dapat membawa Kota Kendari dan masyarakatnya jauh lebih baik.

Baca Juga: Agamis dan Cerdas, Dukungan Ulama dan Tokoh Masyarakat Madura untuk Anies Mengalir