KENDARI, TELISIK.ID - Keputusan penghapusan pegawai honorer oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada tahun 2023 mendatang tengah menjadi perbincangan.
Bahkan penghapusan tenaga honorer itu disebut akan memberikan dampak yang begitu luas terhadap jalannya pelayanan pemerintahan di daerah, tidak terkecuali Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. Ia menyampaikan bahwa penghapusan pegawai honorer masih menjadi pekerjaan rumah dan akan menjadi bahan diskusi bagi Pemerintah Kota Kendari.
Bahkan, jika diberi kesempatan, Sulkarnain bakal meminta penjelasan pada pemerintah pusat, terkait seperti apa sebenarnya yang dimaksud.
"Apakah betul-betul penghapusan atau penghentian penambahan. Karena informasi ini belum valid," katanya, Sabtu (11/6/2022).
