Hasto menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi, termasuk protein hewani, pada 1.000 hari pertama kehidupan anak untuk mencegah stunting, kekurangan gizi kronis yang menyebabkan pertumbuhan anak terganggu sehingga badannya menjadi tengkes.
Mengingat stunting kebanyakan terjadi pada anak dalam rentang usia enam sampai 24 bulan, Ia mengatakan, pemenuhan kebutuhan nutrisi anak selama kurun itu mesti benar-benar diperhatikan.
Telur yang mengandung protein, kolin, selenium, yodium, fosfor, besi, seng, serta vitamin A, B, D, dan K, menurut dia, bisa digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.
Pencegahan stunting ini tidak hanya dilakukan pada anak, tapi juga pada ibu hamil. Menurut Ketua Tim Kerja Perencanaan Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara, Sitti Maryam, salah satu upaya untuk mengatasi stunting baru pada anak adalah melakukan pencegahan stunting saat awal kehamilan ibu.
Baca Juga: Air Bersih Wajib Dijaga untuk Cegah Stunting
