Tak hanya itu, ada oknum yang membeli BBM pakai jeriken dengan menggunakan truk dalam jumlah banyak dan kemudian BBM tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan lain.
Tindakan ini pun sangat meresahkan warga yang menganggap BBM subsidi sudah di salah gunakan.
Idrus, salah satu warga Kecamatan Reok mengaku kecewa dengan tindakan oknum-oknum yang sudah menyalahgunakan BBM bersubsidi itu untuk kepentingan lain, padahal masih banyak para petani dan nelayan yang membutuhkan BBM jika SPBUN kehabisan stok.
Ia juga menyoroti pelayanan pihak SPBU yang diduga secara sengaja masih meloloskan pembelian jeriken tanpa surat rekomendasi. Padahal penggunaan surat rekomendasi sudah menjadi aturan tetap yang wajib dilaksanakan oleh SPBU dan petugas yang bertanggung jawab langsung soal pendistribusiannya.
"Biosolar yang dijual di SPBU Reo adalah BBM bersubsidi yang harus memprioritaskan kebutuhan masyarakat, tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain apalagi yang sama sekali tak punya surat rekomendasi" tegas pria yang mengaku sebagai tukang ojek para nelayan ini.
