Rahmat mengatakan, media merupakan mitra strategis yang diharapkan dapat membantu Bawaslu dalam mengawasi semua tahapan pemilu, sebagai pengawas partisipatif.
Ia mejelaskan, Bawaslu juga bertugas untuk melakukan pengawasan bagi pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, serta melakukan pencegahan, penyelidikan dan penyelesaian sengketa.
"Itu semua masuk ranah Bawaslu dalam melakukan penyelesaian masalah tersebut," ucapnya.
Sementara itu, mantan Komisioner Bawaslu Kabupaten Konawe yang juga sebagai narasumber, Haslita menjelaskan, Pemilu 2024 akan menjadi pemilu pertama dalam sejarah Indonesia yang melibatkan Presiden/Wakil Presiden dan legislatif secara bersamaan.
Haslita mengatakan, begitu dinamisnya Pemilu 2024, sehingga Bawaslu butuh strategi pengawasan partisipatif yang melibatkan semua elemen masyarakat, NGO, media, maupun lembaga pendidikan.
