Dengan berbagai warna dan motif kebaya tradisional, para guru tampak antusias berpartisipasi merayakan Hari Kartini.
Mahafia, Guru SMA Negeri 2 Wangi-Wangi lainnya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk merayakan Hari Kartini secara simbolis, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan Kartini kepada para siswi.
Baca Juga: Sengketa Lahan Warga Rambu-Rambu Jaya dan TNI AU, Bupati Konsel Inginkan Pemerintah Pusat Terlibat
“Kami ingin para generasi muda, khususnya siswi, memahami bahwa mereka memiliki kesempatan dan potensi yang sama untuk maju dan berkontribusi bagi bangsa,” kat, Mahafia.
‘’Tidak hanya sebagai simbol budaya, kebaya juga menjadi cerminan semangat Kartini yang memperjuangkan hak-hak perempuan dalam pendidikan dan kehidupan sosia,'’ tambah guru lain, Dinda. (A)
