"Sudah saatnya Sulawesi Tenggara berkontrubusi untuk menurunkan suhu global 2?C sesuai dengan persetujuan Paris atas konvensi kerangka kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan Iklim," terangnya.

HLH Sedunia itu sendiri diawali pada tahun 1972, di mana Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 5 Juni sebagai HLH Sedunia. Penetapan ini memeringati hari pertama konferensi Stockholm yang membahas tentang lingkungan manusia, PBB sekaligus membentuk program lingkungan hidup atau Environment Programme.
Baca Juga: Pelatihan MC Yayasan Padma Resita Disambut Antusias
Satu tahun setelahnya, peringatan ini pertama kali diselenggarakan dengan mengusung tema "Only One Earth", sama seperti tema yang diusung tahun ini.
Program Lingkungan Hidup PBB menjadikan HLH Sedunia sebagai momentum untuk menonjolkan isu-isu kritis terkait kerusakan lingkungan hidup. Misalnya tentang rusaknya lapisan ozon bumi, masalah limbah berbahaya, pemanasan global, dan sebagainya.
