Namun sejak anak sulungnya meninggal, Ia berusaha keras untuk mengambil kembali hak asuh anak-anaknya. Ia pun ke Sidoarjo, dimana mantan suami dan anak-anaknya menetap.
"Saya dituduh mengambil paksa anak saya. Tetapi seluruh dunia tahu, seorang ibu akan melakukan apapun untuk anak-anaknya. Karena selama ini saya sudah melakukan dengan cara baik-baik, saya minta dengan baik-baik, tetap tidak ada jalan keluar," ungkapnya.
Ia menambahkan, setelah kematian anaknya dan dilakukan pembongkaran makam putri sulungnya untuk diautopsi guna mencari kebenaran, ia meminta kekuatan kepada Allah agar bisa mengasuh kembali ketiga putrinya.
"Dari situ kuat dorongan saya untuk membawa anak-anak saya dengan cara apapun. Saya sudah tidak ada jalan keluar lagi dan saya sudah capek," ujarnya pilu.
Erlita menuliskan isi hatinya di Facebook karena itu curhatan hati seorang ibu yang tidak diperbolehkan ketemu dengan anaknya sendiri.
