KENDARI, TELISIK.ID - Muktamar (50) sudah merasakan pahit manisnya mengarungi lautan sejak kecil hingga tua. Ia bekerja di laut sudah puluhan tahun. Dahulu dia masih menggunakan perahu, dan kini ia mencari ikan menggunakan kapal jaring berkapasitas besar.
Baginya, menjadi seorang pelaut tidak hanya untuk mengais rupiah, namun juga mencari pengalaman.
"Saya melaut sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama tahun 2000-an, sampai sekarang. Kadang basah-basah di tengah laut karena kerasnya ombak," tuturnya.
Menjadi nelayan memang tidaklah mudah. Selain harus gigih dan sabar, nelayan juga dituntut harus mampu membaca situasi dan melihat potensi ikan di laut, karena di sanalah sumber mata pencaharian mereka untuk mengais rezeki.
Ketika cuaca ekstrem di laut, sejumlah nelayan tidak bisa pergi melaut untuk menangkap ikan. Namun, hal itu bukan menjadi halangan bagi Muktamar, karena dia dan keluarganya harus tetap menyambung hidup.
