Pada mulanya ia lahir dengan kondisi normal. Namun karena sebuah insiden kecelakaan jatuh dari ayunan, membuat dokter memvonisnya lumpuh. Keadaan itulah yang membuatnya terpuruk, bahkan orang tuanya tidak bisa menerima kenyataan itu.
Baca Juga: Derita Lansia yang Tak Punya Anak
Setelah beranjak remaja, ia masih terus luntang lantung di jalanan, tak kenal pendidikan, hanya tinggal di rumah bersama orang tuanya di Kabupaten Muna. Namun tak jarang ia harus menerima cemoohan kelurga dan temannya karena keterbatasan yang ia miliki.
"Dulu sering saya dikatakan, kamu ini hanya kasi habis makanan tinggal-tinggal dalam rumah saja," kata Agus mengenang masa lalunya.
Namun setiap kata cemoohan selalu ia jadikan cambuk untuk bangkit memperbaiki diri. Satu peristiwa yang membuat ia tersadar, ketika diberi surat oleh seseorang, namun ia tidak bisa membaca, sehingga kata-kata kasar kembali terdengar di telinganya, dan itu hampir setiap hari ia rasakan.
