KENDARI, TELISIK.ID - Hidup adalah tentang perjalanan suka dan duka. Sebagian orang mungkin beruntung hidup dengan keadaan ekonomi yang mapan dan serba kecukupan.

Namun sebagian lainnya diberikan hati dan fisik yang kuat dalam menghadapi kerasnya perjalanan hidup yang harus mereka hadapi.

Hal inilah yang dialami oleh Sria (40) yang ditinggal wafat oleh sang suami. Warga Baruga ini terpaksa menjual tisu dan air mineral kemasan demi menghidupi kehidupan keluarga.

Awalnya ia adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari mengurus segala keperluan rumah tangga, ia sendiri dibiayai oleh sang suami ketika masih hidup.

Namun hal itu berubah ketika suaminya wafat. Ia harus banting tulang demi menghidupi dirinya, anak serta cucunya. Sehari-hari ia menjajakan dagangannya di sekitar lampu lalu lintas perempatan PLN Wua-Wua.