Karena sering terpapar sinar matahari saat berjualan, kulit Sria menjadi kering dan keriput. Ia mengatakan, sudah biasa menjalani kehidupan seperti ini sejak 4 tahun yang lalu.
Ketika sudah sangat lelah, ia tak akan memaksakan diri, karena ia adalah tulang punggung keluarga yang memaksanya harus selalu sehat.
"Kalau capek, ya pulang. Tidak bisa paksakan diri, nanti sakit," tambahnya.
Ia hanya bisa berjualan tisu dengan keuntungan Rp 8.000 ribu per bungkus, sedangkan 1 botol air mineral hanya beberapa ribu saja per botolnya.
"Ini saya jualkan barangnya orang, palingan untungnya kalau tisu tidak terlalu banyak, itupun biasanya sehari-hari paling banyak laku hingga 5 buah," tuturnya.
