Negara Malaysia mengalami penurunan impor sebesar 5,89 persen atau USD 1,66 juta, sementara impor dari Tiongkok mengalami penurunan yang lebih tajam, yakni 40,79 persen atau USD 17,37 juta. Singapura juga mengalami penurunan impor sebesar 26,37 persen atau USD 7,30 juta.

“Secara keseluruhan, ketiga negara pemasok utama—Malaysia, Tiongkok, dan Singapura—memberikan kontribusi sebesar 62,95 persen terhadap total impor Sultra pada bulan September 2024, dengan rincian Malaysia 23,15 persen, Tiongkok 22,01 persen, dan Singapura 17,79 persen,” beber Surianti.

Dari sisi golongan penggunaan barang, bahan baku/penolong masih menjadi kategori yang mendominasi impor dengan kontribusi mencapai 88,44 persen atau senilai USD 101,34 juta. Sebaliknya, golongan barang konsumsi mencatatkan kontribusi terkecil, hanya 2,64 persen atau USD 3,02 juta.

Baca Juga: Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Didesak Segera Lantik Pj Bupati Buton Selatan

Surianti Toar juga menyampaikan bahwa jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, total nilai impor golongan penggunaan barang mengalami penurunan sebesar 7,34 persen.