Penurunan ini terutama terjadi pada golongan bahan baku/penolong yang turun sebesar USD 18,18 juta atau 15,21 persen. Namun, terdapat sedikit peningkatan pada golongan barang konsumsi dan barang modal.

Meski ada penurunan impor bulanan, Surianti menambahkan bahwa secara tahunan, sektor impor di Sultra menunjukkan tren yang lebih positif. Hal ini memberikan gambaran bahwa meskipun ada fluktuasi dalam sektor perdagangan, perekonomian di Sulawesi Tenggara tetap bergerak ke arah yang lebih baik.

“Penurunan impor pada bulan September ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dinamika perekonomian di Sulawesi Tenggara. Meskipun demikian, sektor impor secara tahunan menunjukkan kecenderungan peningkatan yang positif,” tambahnya. (C)

Penulis: Siti Nabila

Editor: Mustaqim