Untuk membangkitkan semangat politik rakyat mesti dihindari yang berbau politik identitas suku, sara, agama dan ujaran kebencian dan money politik. Justru sangat merusak moral dan melahirkan kepemimpinan yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk daerah
"Mari kita berpikir sebuah peradaban, sebuah pemilu yang berkualitas dan tidak hanya kualitas. Jadi mandat rakyat itu, tidak hanya di TPS tetapi melihat profil calonnya dan figur dari sudut pandang gagasan," ucap Hidayatullah
Sementara perwakilan Bawaslu Sulawesi Tenggara, Siti Muna Darma mengingatkan, perlu ada peningkatan pengawasan partisipatif, tentunya hal itu sangat dibutuhkan sinergisitas kabupaten dan kota.
Baca Juga: Bedah Dapil Cara PPP Kejar Kemenangan Pemilu 2024 di Tapal Kuda
"Bawaslu harus menjalankan fungsi pengawasan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku," katanya
