Staf Biro Kesra, Nurhayati mengakui keteledoran karena banyak berkas yang masuk yang harus diperiksa satu persatu. Ia baru menyadari KTP Mar'atun berasal dari luar Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Operasi Lilin Anoa 2023, Polda Sulawesi Tenggara Siap Amankan Perayaan Nataru

"Saya tak berani menerima berkas Mar'atun karena beasiswa Sultra Cerdas berdasarkan SK gubernur, adalah untuk mahasiswa domisili Sulawesi Tenggara," tuturnya.

Sementara itu, staf lain Andriani menyebut, jika verifikasi dilakukan dua kali, pertama dengan melihat kelengkapan berkas yang bersangkutan, kedua dilakukan pemeriksaan ulang sebelum dibawa ke Inspektorat.

Diketahui beasiswa Sultra Cerdas yang akan didaftar oleh Mar'atun adalah beasiswa jenjang sarjana sebesar Rp 7 juta yang diberikan sekali selama bersangkutan berkuliah. (A)