Adapun awal merintis usaha warkop mini tersebut, ia sempat berhutang di koperasi, dengan modal usaha awal senilai Rp 30.000.000.
Baca Juga: Pria di Konawe Selatan Diduga Dihipnotis, Barang Berharga Raib Dibawa Kabur
Namun seiring berjalannya waktu, usahanya mengalami perkembangan dan memiliki beberapa cabang outlet, sehingga keuntungan menjalankan usaha warkop tersebut sudah mampu menunjang kebutuhan sehari-hari, termasuk melunasi hutang-hutangnya.
Adapun menu yang disediakan di warkop mini tersebut antara lain aneka minuman es, capcin, tea tee, kopi susu, sosis bakar, tela-tela, bakso bakar, dan lain sebagainya, dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Omset per hari Rp 2.000.000 per outlet, dan omset puluhan juta per bulan.
"Saya berharap usaha ini bisa berkembang lagi, menu-menunya lebih lengkap lagi, apalagi sekarang lebih ingin menyerap tenaga kerja dan memberdayakan masyarakat," ujar Liska, adik Novi. (B)
