Ini baru Indonesia yang beragam. Gotong-royong masih ada, rupanya!

“Abang, kami sudah tiba. Mekas Hila sehat, sudah kami serahkan kepada kakak kandung tertuanya secara adat. Sederhana saja. Kami berharap Mekas (panggilan untuk laki-laki tua, pen) Hila lekas sembuh sehingga bisa kumpul lagi di Jakarta,” Pieter Sambut berteriak di telepon genggamnya dari Mesi, Mangtim, NTT, Jumat siang (22/9/23).

Perlu lebih banyak lagi orang seperti teman-teman Hila, khususnya Pieter, di Jakarta atau di mana saja di tanah air. Tentu, yang mau Ikhlas turun tangan langsung merawat.

Jumlah mereka di tanah air yang terserang sakit berat, baik yang selamat maupun dapat dikategorikan berjalan sembuh tapi tetap perlu bantuan intens keluarga dekat, baik materi maupun rawatan yang tulus, tentu bukan cuma stroke. Untuk menyebut beberapa saja di antaranya, selain stroke misalnya, cancer, serangan jantung, diabetes, dan ginjal.

Tentang penderita stroke, dari sekitar 276,4 juta jiwa penduduk di 38 provinsi di Indonesia, 2,9 juta jiwa mengalami serangan yang kerap datang tiba-tiba ini. Salah satu penyebabnya, gaya hidup. "Angka kejadian stroke mencapai 10,9 per 1.000 penduduk atau sekitar 2,91 juta penduduk per tahun. Cedera otak dan saraf mencapai 7,5%," ungkap spesialis bedah saraf RS Mitra Keluarga Surabaya, Jatim, dr.  Nur Setiawan Suroto SpBS (K) (detik.com, Selasa, 30 Mei 2023,7:26WIB).