Selain masalah keruhnya air, Usman menyebut hujan deras juga sering mengakibatkan kerusakan pada pipa atau mesin distribusi yang semakin memperburuk kondisi.

Menurut Usman, masalah ini telah menjadi tantangan besar bagi Perumdam Tirta Takawa dari tahun ke tahun. Namun, pihaknya terus berupaya memperbaiki layanan, antara lain dengan meningkatkan infrastruktur, mengganti mesin, dan melakukan perawatan rutin.

"Kami sudah melakukan berbagai perbaikan, mulai dari pengadaan mesin baru hingga pengurasan bak penampung. Namun, biaya operasional perusahaan saja tidak cukup, sehingga kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi," jelas Usman.

Baca Juga: Gempa Susulan Magnitudo 4.2 Guncang Kolaka Timur

Untuk mengatasi masalah air keruh, Perumdam Tirta Takawa sedang merencanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), yang diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 50-70 miliar. Usman berharap bantuan dari Kementerian PUPR melalui Balai Cipta Karya agar proyek ini bisa terealisasi.