Baca juga: Perwali Pembatasan Jam Malam Bikin Dilema

“Setengah mati kita kalau sampai dibatasi pukul 10 malam. Karena terkadang kalau malam minggu, kita bukanya sampai jam 1 pagi,” ucap Irman dengan nada suara keras saat diwawancarai Telisik.id.

Irman melanjutkan, harapannya terhadap Pemkot Kendari agar mencari solusi lain bila niatnya ingin menekan risiko penyebaran COVID-19.

“Rugi besar kita bos, kalau jam malam itu diberlakukan,” tambahnya dengan kesal.

Beda halnya dengan Lum, seorang pemilik usaha Warung Kopi (Warkop) di Kota Kendari. Ia  mengaku tak keberatan jika Pemkot Kendari memperlakukan aturan itu. Sebagai warga, dia siap mematuhinya.