“Kami membutuhkan satu lokal asrama lagi untuk menampung jumlah santri SMP yang terus berkembang,” jelas Anis.

Kekurangan lain yang juga dihadapi, kata Anis, adalah laptop yang belum dimiliki untuk kegiatan pembelajaran di asrama.

“Sebagian besar kegiatan pembelajaran membutuhkan laptop dan kami masih kekurangan alat tersebut di asrama. Hal ini sangat penting agar santri dapat belajar lebih efektif,” beber Anis.

Masalah lain yang juga dihadapi oleh pesantren adalah fasilitas utama berupa masjid. Meski pembangunan masjid sudah dimulai, namun hingga saat ini masih terbengkalai karena keterbatasan dana.

Anis menilai masjid yang dimiliki daya tampungnya sangat terbatas sehingga tidak bisa menampung semua santri saat salat berjamaah.