"Pesta Ma'taa adalah bentuk syukur kita. Barang siapa yang bersyukur, pasti akan ditambah nikmatnya oleh Allah SWT," ujarnya.

Ketua Lembaga Adat, Junudin, turut menambahkan harapannya. "Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan hasil panen di tahun-tahun mendatang. Bagi yang berkontribusi, semoga mendapatkan keberkahan dan pahala dari Allah SWT," harapnya.

Warga setempat, Suriani, berbagi cerita menarik. Menurutnya, Ma'taa biasanya diadakan dua kali setahun. Namun, tahun ini ada keistimewaan. Pesta tersebut dirangkaikan dengan Singgilua Toowa atau tradisi sunatan yang hanya dilakukan setiap tujuh tahun sekali, sekaligus menjadi ajang reuni masyarakat Kelurahan Bugi

"Saya berharap masyarakat Laporo tetap taat pada agama dan tradisi adat kita," pungkasnya. (A)

Penulis: Elfinasari