Meski demikian, Balaho berharap pemerintah dapat memberikan pendampingan kepada para petani dalam meningkatkan kualitas gabah agar harga yang diterima petani lebih optimal.

“Kami optimis kebijakan ini dapat mendukung swasembada pangan dan memberikan manfaat nyata bagi kami, petani kecil,” ujar Balaho, Jumat (17/1/2024).

Tantangan utama yang dihadapi petani, menurut Balaho, adalah memastikan hasil panen memenuhi kriteria seperti kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal tiga persen.

Balaho dan petani lainnya juga membutuhkan alat pengering yang memadai serta pelatihan untuk membantu mereka memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Kepala Perum Bulog Sulawesi Tenggara, Siti Mardati Saing, menjelaskan bahwa Bulog membeli gabah kering giling dari penggilingan dengan harga Rp 8.000 per kilogram, sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025.