"Saat survei soronga masih utuh, di dalam peti juga masih tersimpan utuh tengkorak manusia," jelasnya.

Berdasarkan bentuknya, lanjut Sadaruddin, model soronga di Desa Bahari mirip dengan soronga yang ditemukan dua tahun lalu di gua Desa Bahari, Kecamatan Tolala, Kolaka Utara. Modelnya sederhana, polos tanpa ukiran.

"Jauh berbeda dengan model soronga yang saat ini tersimpan di UPTD Taman Budaya Museum Sulawesi Tenggara. Mungkin yang sorongakan di situ bukan kalangan bangsawan (Mokole)," ujarnya.

Sampai sekarang, pihaknya belum bisa menentukan usia soronga (peti) itu. Warga setempat juga tidak mengetahui pasti usia peti itu. Dibutuhkan penelitian lanjut, bahkan uji karbon oleh ahli arkeologi untuk mengetahui usia peti tersebut.

"Informasi dari balai pelestarian cagar budaya (BPCB) Sulawesi Selatan, setelah kami koordinasi. Model soronga yang terdapat di gua Desa Bangsala, merupakan model soronga terakhir, setelahnya tidak ada lagi model soronga seperti ini. Usianya belum bisa dipastikan," tukasnya.