“Kita juga heran, kayanya ada pihak lain yang ikut campur, ditunggangi mungkin. Hilangnya Agung ini dijadikan kesempatan untuk menjatuhkan pondok kayanya,” keluh Umi Baiq.

Umi Baiq menuturkan, hilangnya Agung sampai ditemukan cukup rumit. Dia menilai, jika santrinya itu tidak betah di pesantren seharusnya pulang ke rumahnya.

“Kalau memang di rumah orang masa iya sampai tahan berbulan-bulan bahkan Lebaran tidak pulang, kan aneh sekali,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga sedang menelusuri kejadian yang menimpa pesantren. Dia menduga ada pihak lain yang tidak menyukai keberadaan PPTQ Darur Raihanun Nahdatul Wathan.

“Mungkin yang memanfaatkan kasus ini, awalnya mungkin si Agung kabur, dilihat dicari-cari keluarganya mungkin ada yang ambil kesempatan, tapi ini prasangka saja,” ucapnya.