Oleh: Dr. M. Najib Husain

Dosen FISIP UHO 

Konsep komunikasi kesejahteraan, dimana rakyat bukan hanya dipandang sebagai konsumen informasi. Rakyat juga dapat berperan sebagai komunikator politik, pelaku dalam pengambilan keputusan dan produsen bagi penyusunan kebijakan pemerintah (Chusmeru, 2001)

Suatu hari dalam diskusi mahasiswa baru pascasarjana UGM tahun 2009, bapak direktur sekolah pascasarjana Prof Dr. Irwan Abdullah,  ditanya oleh salah seorang peserta kenapa JK bisa kalah di Aceh padahal dia adalah tokoh perdamaian Aceh tahun 2005 yang tidak bisa dilepaskan dari peran beliau yang posisinya sebagai tokoh sentral bagi tercapainya kesepakatan di Helsinski.

Karena hasil pemilihan presiden di Aceh tahun  2009 menunjukkan ketidakberhasilan JK menarik perhatian pemilih di provinsi yang berjuluk serambi mekkah padahal sudah memberikan investasi perdamaian yang biasanya dalam pertarungan politik akan  dijadikan modal awal dalam bertarung di panggung politik. Sungguh ironis karena Pasangan JK-Wiranto hanya memperoleh 4,4 % suara sedangkan SBY-Boediono memperoleh dukungan 93,2%, pada pasangan Megawati-Prabowo 2,4 %.