Lalu, keharmonisan Gubernur Ali Mazi dan Wakil Ketua DPRD Endang SA dalam memberikan statement di media untuk menolak kedatangan 500 orang TKA asal Tiongkok yang bekerja di PT. Virtu Morosi merupakan sebuah hal yang perlu diberikan apresiasi.

Semoga seirama terus baik di media maupun di lapangan sampai di titik akhir untuk melawan “Jakarta” untuk menolak kedatangan TKA asal cina, biar masyarakat bisa memikirkan yang lain dan tidak perlu dilibatkan pada persoalan para pemimpinnya, sehingga eksekutif dan legislatif jangan membuat panggung masing-masing karena tidak elok.  

Keadaaan ini harus dipertahankan, dengan niat semua usaha ini dilakukan untuk mencegah faktor penyebab yang bisa menyebabkan virus corona makin menyebar di masyarakat Sultra karena data terakhir ada 53 orang yang positif terjangkit virus corona, 2 orang meninggal dan 6 yang sembuh, sehingga hampir semua kab-kota di Sultra sudah masuk zona merah.

Saat ini, dengan kondisi ini wajar jika ada rencana wali kota Kendari dan bupati Muna untuk melakukan PSBB di daerah masing-masing tapi tetap terlebih dulu mempersiapkan kondisi masyarakat agar lebih siap, untuk itu harus lebih banyak melakukan sosialisasi sebelum menerapkan aturan PSBB tersebut, agar tidak menimbulkan lagi kepanikan seperti kejadian kemarin di Kota Kendari.

Jika pemerintah kompak dalam melawan corona, sudah pasti masyarakat juga tenang dan akan mudah diatur karena mereka akan ikut aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan tetap ada skala prioritas yang mana harus dikedepankan. Hal ini sejalan dengan jawaban JK saat ditanya oleh Karni Ilyas dalam edisi ILC setelah wabah krisis mengancam (21042020) tentang apa yang harus dilakukan pemerintah saat ini, JK mengatakan yang harus dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah memprioritaskan sebab dari penyebaran pandemi corona dan setelah itu kedepannya baru mengurus masalah ekonomi.