Jawaban JK dilatarbelakangi oleh sikap pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi yang tidak dapat mengatur para bawahannya yang memilih jalannya masing-masing. Sudah cukup masyarakat dipertontonkan drama antara kementerian yang saling berhadap-hadapan antara kementerian kesehatan dengan kementerian perhubungan dalam aturan ojol bisa dan tidak bisa angkut penumpang dan antara kementerian kesehatan dengan kementerian perdagangan dalam jenis usaha yang tetap buka dan tidak buka selama PSBB.
Drama yang lebih aneh adanya perbedaan pusat dan daerah dalam penanganan penyebaran COVID-19, semua drama ini jadi penyebab dan memunculkan distrust pada masyarakat yang sudah pasti bingung dan serba salah mau mengikuti yang mana.
Buah dari drama yang tidak jelas di negeri ini, bisa kita lihat jumlah yang positif corona di Indonesia saat ini sudah mencapai sepuluh ribu, yaitu 10.118 orang dan sembuh 1.522 orang dan yang meninggal 792 orang pada 34 provinsi dan 310 kab/kota di Indonesia.
Walapun juru bicara penanganan COVID-19 Ahmad Yurianto mengatakan jumlah kasus positif terus bertambah seiring masifnya pemerintah melakukan pemeriksaan di 89 laboratorium di seluruh wilayah di Indonesia.
Sehingga pilihan PSBB setiap daerah di Indonesia atau lockdown kedepan tidak lain merupakan pilihan sebab untuk mencegah dan melawan penyebaran COVID-19 yang belum ketahuan kapan berakhirnya.
