Baca Juga: Daftar Universitas dengan Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi THE WUR
Business matching atau temu bisnis yang dilaksanakan hari ini, kata Sri Mulyani merupakan salah satu cara yang sangat penting di dalam memberikan forum dan mediasi, sehingga penggunaan produk import yang masih sangat tinggi bisa terus diturunkan.
“Di dalam proses pemhulihan ekonomi ini, kita terus memacu produk dalam negeri, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun kompetisi di pasar ekspor yang memang makin ketat nuansa persaingan produk-produk Indonesia di pasar global,” katanya.
Perekonomian Indonesia, kata Sri Mulyani, dalam situasi baik. Pada kwartal kedua, berbagai indikator masih menunjukkan kegiatan ekspor dan impor mengalami penurunan, namun neraca perdagangan RI masih mencatatkan surplus hingga bulan Juni sebesar 19,93 persen. Ini artinya ekspor lebih tinggi dari impor kita.
“APBN sebagai keuangan negara melalui belanja negara telah membelanjakan 1.255 triliun rupiah atau dalam hal ini 41 persen dari total pagu anggaran dipakai untuk belanja produk dalam negeri,” katanya. (C)
