Dalam acara yang juga dihadiri Ketua DPRD Sultra, Pj. Busel La Ode Budiman, S.K.M., M.MKes, Pj. Bupati Buteng Andi Muhammad Yusuf, Pj. Bupati Buton Drs. La Ode Mustari, M.Si dan Pj. Ini Walikota Baubau Dr. Muh Rasman Manafi, Kapitalao Matanaeo Arsal, lebih jauh menguraikan:
Mia Ogena berarti seorang pemimpin yang profesional, berpandangan jauh ke depan (visioner), karismatik, pengayom, jujur, amanah, fathanah, tabligh, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT.
Yi Sulawesi Tenggara bermakna, batasan wilayah atau ruang lingkup kerja yang menjadi tanggung jawab dalam mengelola dan memanfaatkan seluruh potensi sumber daya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Sultra.
Membaca makna dari gelar adat itu, tentu tak main-main dalam memimpin Provinsi Sulsel, termasuk menyukseskan event penentuan masa depan bangsa Indonesia, yang tahapan-tahapannya telah berjalan menuju momen pemungutan suara putaran pertama 14 Februari 2024.
Berikut ini momen dan pernyataan “strategis” Pj Gubernur Sultra Andap ketika menjejakkan kaki di Negeri “Khalifatul Khamis” yang juga dikenal sebagai Bumi Anoa:
