Saat ini, kata dia, beroperasinya PLTP Ulumbu eksisting mampu memenuhi hanya sebagian kebutuhan energi listrik di Kabupaten Manggarai.
Selain itu, melalui program penambahan kapasitas 2x20 MW maka ke depan Ulumbu tidak hanya mencukupi kebutuhan listrik kabupaten Manggarai saja, tetapi mampu mensuplai kebutuhan energi untuk sistem Pulau Flores.
Untuk menyediakan tenaga listrik bagi pelanggan yang ada di pulau Flores, PLN mengeluarkan total biaya produksi listrik sebesar Rp 2.000,- per Kwh dan harga tarif dasar listrik yang dibebankan kepada pelanggan golongan (R-1/TR) dengan batas daya 900 Va sebesar Rp 1.352 - per Kwh, untuk pelanggan golongan (R-1/TR) dengan batas daya 1300 VA sebesar Rp 1.444,70 – per Kwh.
“Ada beban subsidi yang ditanggung oleh pemerintah, krisis energi yang terjadi akan semakin membebani pemerintah dan masyarakat, karena biaya energi listrik akan meningkat jika tidak ada langkah dan upaya yang signifikan. Oleh karena itu pengembangan Ulumbu adalah sebuah keharusan,” lanjut Wahidin.
Guna mensukseskan pengembangan Ulumbu, tentunya PLN harus bekerja sama dan berkolaborasi dengan para stakeholder agar program ini dapat berjalan lancar.
