"Kami melakukan pemeriksaan secara intensif," ucapnya.

Dalam perkembangan terkini, sudah ada 9 orang yang diperiksa terkait insiden ini, termasuk 2 orang dari Ditpolair. Proses pemeriksaan masih berlanjut, dan kemungkinan jumlah yang diperiksa akan bertambah. Bidpropam menegaskan komitmennya dalam menegakkan hukum bagi personel yang melanggar aturan.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa UHO Kembali Geruduk Polda Sulawesi Tenggara, Buntut Penembakan Gas Air Mata di Wilayah Kampus

Kepala Desa Cempedak, Sapirudin, memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Empat korban hendak melaut sekitar 100 meter lepas pantai, saat tiba-tiba dihadang dan ditembaki oleh orang tidak dikenal pada pukul 02.00 Wita, Jumat (24/11/2023). Warga mendengar suara tembakan sebanyak 4 kali, dan 3 orang tidak dikenal dilihat menggunakan perahu, diduga sebagai pelaku penembakan.

“Warga dinyatakan tewas dan ditemukan di pantai oleh warga, sementara 3 lainnya masih dalam perahu dilarikan ke Puskesmas Langara di Wowonii," ungkap Sapirudin. Dua korban yang mengalami luka tembak parah dirujuk ke Rumah Sakit Santa Anna Kendari.