Pengakuan berbeda diungkapkan Ketua Umum LAT Sultra, Mashyur Masie Abunawas (MMA) yang mengatakan pihak Ustadz Muzakir sudah melakukan pendekatan untuk meminta maaf, namun MMA sapaan akrabnya, tidak ingin langsung menerima permintaan maaf tersebut.
“Keluarga ustadz sudah beberapa kali menghubungi saya, namun saya belum merespon. Karena untuk urusan ini saya harus berkomunikasi dengan anggota lainnya. Namun, secara pribadi saya memaafkan, tetapi kami ingin permintaan maaf ini dilakukan secara adat,” ucapnya.
Baca Juga : Seorang Pria Bombana Luka Diparangi
MMA menganggap mestinya ucapan itu tidak boleh dilontarkan, karena ini menyinggung masyarakat tolaki. Karena adat mosehe, jauh sebelum Islam masuk ke tanah Sulawesi, ritual ini sudah dijalankan oleh para leluhur.
“Buat kami mosehe adalah hal yang penting dan sakral, erat kaitannya dengan agama. Namun ritual ini tidak menyalahi syariat agama. Memang ada pengorbanan dilakukan tapi bukan berarti untuk sesembahan selain Tuhan yang maha kuasa,” katanya.
