KENDARI, TELISIK.ID – Ramadan diprediksi akan terjadi dua kali dalam setahun di tahun 2030. Hal ini karena perhitungan yang berbeda antara kalender masehi dan hijriyah.
Dilansir dari Republika.com, dapat dimungkinkan ramadhan bisa datang dua kali dalam satu tahun Masehi. Perhitungan tanggal kalender Masehi berpatokan pada pergerakan matahari terhadap bumi.
Sedangkan kalender Hijriyah berpatokan pada perhitungan tanggal yang didasarkan pada peredaran bulan terhadap bumi. Dilansir di The Peninsula Qatar, Jumat (24/3/2023), pada 2030, umat Islam di seluruh dunia diproyeksikan akan merayakan Ramadhan pada awal Januari.
Selama tahun yang sama, umat Islam juga akan menjalani Ramadhan kedua yang diproyeksikan sekitar 26 Desember di tahun yang sama. Fenomena di mana Ramadhan terjadi dua kali dalam satu tahun terjadi setiap 30 hingga 33 tahun.
Terakhir kali puasa Ramadhan berlangsung dua kali setahun terjadi pada 1997. Menurut astronom Arab Saudi Khaled Alzaaq, puasa dua Ramadhan dalam satu tahun kalender hanya terjadi pada kalender Gregorian dan bukan kalender Islam Hijriyah.
