Namun, sayangnya program gagasan gubernur ini ditentang keras oleh sebagian masyarakat dan orang tua.
Sehubungan dengan adanya program perubahan jadwal masuk sekolah bagi siswa SMA/SMK ini, Jejaring Indonesia meminta Presiden Jokowi untuk menghentikan program Gubernur Nusa Tenggara Timur itu.
Permintaan itu disampaikan atas dasar permintaan sebagian masyarakat dan orang tua yang tak setuju.
Kordinator Jejaring Indonesia, Honing Sanny mengatakan, spirit untuk memajukan pendidikan adalah hal yang positif namun memajukan jadwal sekolah pada pukul 05.00 pagi adalah keputusan yang terburu-buru, tidak masuk akal, belum pernah terjadi selama sejarah pendidikan baik di Indonesia maupun di dunia.
Menurutnya, perubahan jadwal sekolah juga berdampak kepada perubahan semua pola kehidupan termasuk jadwal siswa-siswa bangun tidur, para guru harus lebih cepat meninggalkan rumah.
