Baca Juga: Serahkan Diri ke Polisi, Terduga Pelaku Penganiayaan di Kendari Enggan Sebut Rekan
Korban mencoba menemui IK di lokasi yang disebutkan. Namun di perjalanan, korban dihadang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal. Mereka meminta uang kepada korban, namun permintaan tersebut ditolak. Di saat itulah, APR dan ibunya muncul sebagai penyelamat, mengajak korban ke rumah mereka dengan dalih ada teman perempuan korban, FBR.
Korban bercerita kepada APR dan ibunya tentang masalah yang sedang dia alami, hingga nekat minggat dari rumah. APR dan ibunya kemudian menawarkan kepada korban untuk tinggal di rumahnya dan korban mengiyakan karena saat itu korban butuh tempat tinggal dan di rumah tersebut ada teman APR yaitu FBR dan ME yang juga tinggal di sana.
Di rumah APR, awalnya perlakuan terhadap korban terlihat baik. Namun, pada hari keempat, APR mulai memaksa korban memberikan uang hingga menggadaikan perhiasannya. Kekejaman meningkat pada hari keenam, saat APR meminta korban memberikan PIN E-Banking.
Ketika korban menolak, APR menjadi marah dan menganiaya SSS, bahkan menggunakan pisau. Korban juga dipaksa minum obat tanpa penjelasan yang jelas, membuat SSS merasa seperti orang gila.
