Komisioner Bawaslu Sulawesi Tenggara, Musir Salam menjelaskan, baru kali ini mengundang sektor pertambangan untuk membahas tentang pemilu. Semua warga Indonesia yang masih ada di wilayah NKRI telah memenuhi syarat harus digunakan hak tersebar agar terlaksana pemilu yang demokratis.
Perkembangan dinamika di Sulawesi Tenggara merupakan hal yang tidak bisa diabaikan sebagai fakta dalam setiap pelaksaan pemilu, pertambangan menjadi satu sektor yang harus mendapat perhatian.
"Bawaslu menjadikan sektor pertambangan sebagai objek sosialisasi untuk bisa menghindarkan problem-problem yang sifatnya mendestruksi pelaksaan pemilu, khususnya pada hari pemungutan suara,’’ ucap Munsir dalam sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif bagi stakeholder di Kendari, Senin (28/11/2022).
Sementara itu, Penggiat pemilu sekaligus narasumber nasional dalam sosialisasi Bawasly, Jerry Sumampouw menyampaikan, problem yang terjadi saat pemilu di areal industri pertambangan menjadi salah satu masalah yang hampir tidak ada solusinya.
Menurutnya, banyak pekerja berasal dari luar daerah yang tidak memungkinkan untuk pulang-pergi hanya untuk berpartisipasi saat pemungutan suara, sementara banyak perusahaan yang tidak memberi kebijakan dengan persoalan tersebut karena sistem kerja yang harus terus berjalan selama 24 jam.
