Soal pengalaman politik, jangan ditanya. Pria asli Kota Kendari itu pernah mengemban amanah sebagai anggota DPRD Sulawesi Tenggara tiga periode, yaitu 1997-1999, 2004-2009 dan 2009-2014.
Basri membagikan pandangannya tentang isu panas yang selalu berterbangan di masa jelang pemilu, politik uang atau money politik.
Baca Juga: Profil Satelit, Darah Muda PKS Siap Tarung di DPRD Kendari
Menurutnya, rakyat mesti melek dan punya pendirian kuat untuk memilih pemimpin berdasarkan kualitas sumber daya manusianya, dan tak terpengaruh oleh politik uang.
Sementara itu, dilansir dari Infopemilu.kpu.go.id, tahapan pencalonan anggota dewan untuk kota/kabupaten kini menunggu jadwal untuk tahap pengajuan pengganti calon sementara pasca tanggapan masyarakat atas daftar calon sementara (DDS) yang sudah ditetapkan. (B)
